*yang bisa didapat di Belanda. Judulnya kepanjangan kalau lengkap.
Anyway, kami sudah bereksperimen yang ke-3 kalinya bikin rendang dan lumayan sukses, tapi baru kali ini “terdokumentasikan” dengan baik. LOL.
Let’s go straight to the point. Waktu bikinnya 1,5-2 jam.
Daging sapi 1kg. Ini kurang tahu bagian apa, kayaknya perlu belajar bahasa Belanda buat bisa minta ini itu. Daging yang ini di toko turki 11e/kg.

Terus ada dedaunan dan tumbuhan lainnya yang bisa kami kumpulkan. Daun sereh yang agak nguras kantong, 1 batangnya sekitar 40c (6 ribu, kurs april 2016). Wajar, itungannya barang impor, mewah. Daun jeruk juga lumayan.

Garam dan bubuk-bubuk standar.

Dan tentunya cabe, a lot of it. Harganya hampir kayak di Indo, 8e/kg kalau beli di openmarket (agak lebih seger), kalau di swalayan selisih lebih murah dikit. Diblender halus dan digoreng.

Kalau udah agak panas, masukin semuanya. Dedaunan, diubeg2 sebentar.

Terus dagingnya juga dimasukin. Ubeg2 juga.

Sambil angetin santen. 1,25e/250ml di toko turki, yang dipake 500ml.

Kalau dagingnya udah setengah-75% mateng, tambahkan santen.

Kami bagi 2 kompor karena kebanyakan.

Ditinggal dengan api sedang-kecil sampai 1jam, jangan lupa selalu ditengok dan diubeg2.

Bon eetlust. Selamat menikmati.

Kalau bisa lebih lama lagi dipanasin lebih enak. Bumbunya bisa lebih meresap.
FYI, batch yang satu ini bisa buat makan 3 hari, dengan makan 2x/hari. Makan 1x/hari satunya roti atau sereal.
Total investasi sekitar 18e. Dengan perhitungan kalkulus super rumit level mahasiswa master teknik di kampus top 3 di Belanda ini, didapat 3e/makan untuk 2 orang. Nggak keliatan hemat2 juga ya, tapi demi makan masakan terenak sedunia versi CNN apa boleh buat. 😛
Silakan mencoba.
Anyway, kami sudah bereksperimen yang ke-3 kalinya bikin rendang dan lumayan sukses, tapi baru kali ini “terdokumentasikan” dengan baik. LOL.
Let’s go straight to the point. Waktu bikinnya 1,5-2 jam.
Daging sapi 1kg. Ini kurang tahu bagian apa, kayaknya perlu belajar bahasa Belanda buat bisa minta ini itu. Daging yang ini di toko turki 11e/kg.

Terus ada dedaunan dan tumbuhan lainnya yang bisa kami kumpulkan. Daun sereh yang agak nguras kantong, 1 batangnya sekitar 40c (6 ribu, kurs april 2016). Wajar, itungannya barang impor, mewah. Daun jeruk juga lumayan.

Garam dan bubuk-bubuk standar.

Dan tentunya cabe, a lot of it. Harganya hampir kayak di Indo, 8e/kg kalau beli di openmarket (agak lebih seger), kalau di swalayan selisih lebih murah dikit. Diblender halus dan digoreng.

Kalau udah agak panas, masukin semuanya. Dedaunan, diubeg2 sebentar.

Terus dagingnya juga dimasukin. Ubeg2 juga.

Sambil angetin santen. 1,25e/250ml di toko turki, yang dipake 500ml.

Kalau dagingnya udah setengah-75% mateng, tambahkan santen.

Kami bagi 2 kompor karena kebanyakan.

Ditinggal dengan api sedang-kecil sampai 1jam, jangan lupa selalu ditengok dan diubeg2.

Bon eetlust. Selamat menikmati.

Kalau bisa lebih lama lagi dipanasin lebih enak. Bumbunya bisa lebih meresap.
FYI, batch yang satu ini bisa buat makan 3 hari, dengan makan 2x/hari. Makan 1x/hari satunya roti atau sereal.
Total investasi sekitar 18e. Dengan perhitungan kalkulus super rumit level mahasiswa master teknik di kampus top 3 di Belanda ini, didapat 3e/makan untuk 2 orang. Nggak keliatan hemat2 juga ya, tapi demi makan masakan terenak sedunia versi CNN apa boleh buat. 😛
Silakan mencoba.
No comments:
Post a Comment